Social Icons

Pages

Senin, 25 Januari 2016

FROM ZERO TO HERO, BUTLER BINTANG BARU CHICAGO BULLS


Di balik hingar bingar potensi besar Butler, tidak banyak yang tahu bahwa untuk menjadi pemain sebesar sekarang ia harus menghadapi jalan terjal terlebih dahulu. Kisah masa lalunya pilu, bahkan lebih menyedihkan dari yang bisa orang-orang bayangkan.
Ayahnya sudah pergi meninggalkan Butler sejak dirinya masih bayi. Belum selesai sampai di situ, pada usianya yang ke-13, Butler diusir dari rumah oleh Ibu kandungnya sendiri tanpa alasan yang jelas. Sang Ibu mengusir dengan kalimat kasar, "Saya tidak suka dengan rupa wajahmu. Kamu harus pergi dari sini!"
Alhasil, sejak saat itu Butler hidup nomaden alias berpindah-pindah. Ia menumpang tinggal di rumah teman-temannya secara berganti-gantian. Masa depannya tampak tanpa kepastian, hingga akhirnya ada sebuah keluarga berhati mulia yang mau menampung Butler. Adalah Michelle Lambert dan keluarga yang mengambil Butler sebagai anak angkat. Padahal saat itu Michelle sudah memiliki 7 orang anak.
"Mereka menerima saya masuk ke dalam keluarga mereka, dan ini jelas bukan karena olahraga basket yang saya tekuni. Ia (Michelle) hanyalah seorang wanita yang mau menyayangi saya apa adanya. Saya masih tidak mempercayainya," ujar Butler. Kemudian pahitnya hidup masih terus dirasakan oleh Butler. Saat hendak bergabung dengan tim basket SMA, para pelatih basket dan kepala sekolah menolak Butler, karena dianggap tubuhnya terlalu kecil, pendek dan tidak mampu berlari dengan cepat.
Namun, Butler tidak menyerah. Michelle selalu ada untuk terus mendorong Butler meraih mimpinya untuk menjadi pemain NBA. Michelle jugalah yang kemudian meminta Butler untuk mau kuliah di Marquette. Michelle berharap anaknya tersebut bisa serius menyelesaikan studi hingga sarjana, sebab Marquette memiliki reputasi mumpuni sebagai salah satu akademi terbaik, bukannya tim basket terbaik. Namun dari tim basket Universitas Marquette yakni Golden Eagles, Butler masuk ke dalam NBA Draft. Ujungnya, bisa kita lihat sekarang. Pada tahun 2011, ia bergabung dengan Chicago Bulls.
Butler percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin. "Sepanjang hidup saya, banyak orang yang meragukan saya. Termasuk Ibu kandung saya sendiri. Lalu, saat SMA orang-orang mengatakan bahwa tubuh saya terlalu pendek dan lari saya lambat untuk bisa bermain basket," ujar Butler sesaat sebelum terpilih masuk ke dalam NBA Draft. "Namun, siapa yang menyangka saya yang merupakan seorang anak dari desa kecil bisa menjadi pebasket andal di kompetisi basket college dan sekarang berkesempatan terpilih masuk ke dalam NBA Draft? Itulah yang memotivasi saya. Saya tahu saya selalu bisa mengatasi semua masalah."
Butler tidak mau kisah menyedihkan yang dialaminya dipublikasikan ke khalayak. Alasannya tegas: Ia tidak ingin orang-orang merasa kasihan kepadanya. "Saya benci itu. Saya tidak ingin orang merasa kasihan kepada saya, sebab itu memang tidak perlu. Saya tidak menyesali atas apa yang telah terjadi dalam hidup saya. Ini telah membentuk diri saya menjadi kuat "

Senin, 18 Januari 2016

SELAMAT DATANG INDONESIA BASKETBALL LEAGUE, LIGA BARU DENGAN INOVASI BARU


LIGA basket profesional Indonesia kembali bergulir. Tanggal 19 November lalu, bertempat di Emperica Bar & Lounge Jakarta, Indonesian Basketball League (IBL) resmi diluncurkan.

Dihadiri oleh 12 tim peserta (masih sama dengan peserta NBL Indonesia), acara peluncuran juga menghadirkan komisioner liga, Hasan Gozali.

Melalui edaran persnya, Hasan mengatakan telah memiliki rencana jangka panjang dalam menangani IBL. Rencana tersebut mencakup pengembangan IBL selama lima musim ke depan ketika ditangani oleh penyelenggara baru Starting5 yang menggantikan PT. DBL Indonesia.

Sistem Draft dan Salary Cap

Bekerja sama dengan Liga Mahasiswa (Lima), Hasan menjelaskan bahwa IBL ke depan akan menerapkan sistem draft alias perekrutan pemain baru melalui saluran liga kampus.

Layaknya sistem draft, pemain-pemain terbaik dari Lima akan masuk ke IBL. Tim-tim yang memiliki peringkat terbawah akan memiliki kesempatan pertama untuk memilih pemain terlebih dulu.
kompetisi IBL dan WIBL ke depannya akan ada beberapa program future development, seperti rookie draft yang bekerja sama dengan LIMA (liga mahasiswa), salary cap, dan penggunaan pemain asing, supaya liga IBL semakin kompetitif. hal itu diharapkan mendapat dukungan penuh serta komitmen dari PP Perbasi, pemilik klub dan parastakeholder lainnya, termasuk kemitraan para sponsor dan rekan-rekan media untuk kemajuan Basket Indonesia.

Preseason Tournament

Mengawali musim kompetisi reguler yang baru akan digelar pada tahun 2016, IBL terlebih dulu akan mengadakan turnamen pembuka alias preseason. Turnamen pramusim ini digelar di GOR C-Tra Arena Bandung pada tanggal 24-29 November.

Siaran Televisi

Menjawab tanda tanya terbesar pecinta basket Indonesia, Hasan Gozali menjelaskan bahwa beberapa laga IBL akan disiarkan langsung oleh televisi. Televisi yang akan menjadi mitra dan menyiarkan laga-laga IBL nantinya adalah Rajawali Tv.

Pemain-pemain Naturalisasi

Walau tidak menjelaskan melalui edaran persnya, IBL juga akan diramaikan oleh nama-nama pemain asing. Mekanisme pemain asing masuk tidak melalui aturan liga yang membolehkan mereka. Tetapi melalui lubang naturalisasi*.

Sebelum IBL digelar, kita baru mengenal nama Ebrahim Enguio Lopez (Aspac Jakarta) sebagai satu-satunya pemain naturalisasi. Dalam roster yang dikeluarkan IBL, setidaknya muncul empat nama asing yang besar kemungkinan adalah pemain-pemain naturalisasi baru. Mereka adalah Brandon Jawato dan Anthony Wayne Cates Jr. di Pelita Jaya Jakarta, Jamarr Andre Johnson di CLS Knights Surabaya, dan Anthony Ray Hargrove Jr. di Aspac Jakarta.
 
 
Blogger Templates