Social Icons

Pages

Kamis, 04 Februari 2016

RAPOR TEAM IBL INDONESIA DI SERI 1 JAKARTA

Mengulas Seri 1 IBL 2016 merupakan langkah awal yang tepat apabila kita akan membahas performa apa yang bisa diharapkan dari tiim-tim IBL 2016 pada seri berikutnya. Pada seri perdana ini setiap tim mulai mengevaluasi kelemahan dan apa yang harus di benahi dari timnya. Dan juga setiap tim mulai mempelajari kelemahan dan kekuatan para lawannya.

Misalnya, bagaimana Garuda Bandung (GRB) memperbaiki FG%-nya secara signifikan dari performanya di Turnamen Preseason IBL dan menjadi tim defense kedua terbaik di liga pada akhir Seri 1. Padahal jika kita mengingat penampilan GRB pada preseason lalu, mungkin kita semua setuju bahwa tim GRB yang tampil pada preseason sanggup mengalahkan SMP dengan overtime apabila FG%-nya lebih baik. Dan perlu diingat, pada preseasson GRB sempat kemasukan 7 dari total 8 3pt dari SMP hanya dalam 1 kuarter.

Lebih seru lagi JNE Bandung Utama (JBU) yang pada preseason hanya mampu mencetak 14 point dalam satu pertandingan berhasil mengejutkan Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta (PJE) pada seri pembuka ini. Dan lagi - lagi JBU bikin kejutan, Stadium Happy 8 Jakarta (STD) yang pada preseason mengalahkan JBU untuk perebutan peringkat 5 - 6 dikalahkan lewat overtime pada seri 1 ini.

Jika menilik lebih jauh lagi secara statistik, 8 tim mengalami peningkatan pada FG%. Beberapa tim yang pada preseason menjadikannya sebagai ajang uji coba para pemain muda dan modal untuk mengarungi seri mulai menuai hasil pada seri 1. Berikut rangkuman singkat atas performa setiap tim dan perkiraan apa yang bakal terjadi pada seri ke-2 di Malang dalam lanjutan IBL 2015-2016 :

M88 Aspac Jakarta (ASP)
Performa Aspac tidak jauh berbeda pada turnamen pramusim, dengan mengandalkan outside shooter mampu menjadikan Aspac membukukan 79 point per game, tertinggi di liga. 100,2 offense rating dimiliki Aspac. Artinya dalam 1 possession Aspac menciptakan 1 point. Tidak heran jika pada pertandingan terakhir saat bertemu dengan CLS Knights Surabaya (CLS) Aspac mencetak 102 point. Aspac juga merupakan salah satu tim di IBL 2016 dengan turnover paling minim, yaitu 14,2 turnover per game.

JNE Bandung Utama (JBU)
JBU mengalami peningkatan performa yang cukup signifikan dari preseason. Mereka mengalahkan Peiita Jaya EMP yang pada preseason JBU hanya mampu mencetak 14 point. JBU juga berhasil mengalahkan STD melalui babak overtime.
Walaupun peringkat tim dengan offensive rebounds terbanyak sudah tidak ditangan JBU, namun JBU tetap memiliki hal positif, JBU adalah tim paling sedikit kemasukan melalui second chance point. Hanya 5 points per game JBU kemasukan dari second-chance point. Ini menunjukkan betapa seriusnya JBU dalam rebound.
Dari sisi defense, tim JBU adalah tim dengan 3FGA opponen terendah. Artinya, para lawan JBU mengalamai kesulitan untuk melakukan 3FGA. Meskipun begitu, performa defense yang cukup tidak dibarengi dengan performa offense mereka. 2PT% JBU terendah di liga 32%. Offense rating JBU 2 terendah dengan 66,5.

Bimasakti Nikko Steel Malang (BSM)
Penampilan BSM pada seri 1 bisa dikatakan paling buruk. BSM menjadi tim dengan offense dan defense rendah di liga. Rata-rata BSM hanya menciptakan 42,6 point pergame, terendah di liga. BSM tim paling sedikit melakukan tembakan 3 angka, hanya 14,4 kali pergame dan 3FG% nya juga paling rendah hanya 15,3%. FT mereka juga hanya 52,9%. Pada seri ke 2 ini diharapkan BSM bisa meningkatkan performnya karena bermain di kandang mereka, GOR Bimasakti Malang. Dari sisi defense BSM merupakan tim dengan kemasukan 2FG% paling banyak 49,4% dan BSM juga tim dengan kemasukan fastbreak paling banyak, sebanyak 17,8 point kemasukan BSM dari fastbreak. Defense rating BSM juga paling tinggi , 92,2. dengan permainan yang lambat (70 possession pergame) menjadikan BSM kemasukan 0,9 point per defense possession.

CLS Knights Surabaya (CLS)
CLS berpredikat tim dengan FG terbaik di liga sebesar 46%. Hal itu terutama dari 2FG% yang mencapai 54,8%. Kekuatan CLS yang selalu attack ke rim lawan menjadi kunci mengapa FG% CLS tinggi. 39,6 point CLS tercipta di paint area. Keberadaan Jamarr Johnson dan Ishman Thoyib di depan dengan memperoleh assist akurat dari Mario Wuysang kemungkinan besar akan mempertahankan performa CLS ini di seri berikutnya. Tapi CLS juga kemasukan 3FG% paling tiggi, yaitu para lawan CLS memiliki 3FG% rata-rata 31,4%.
Garuda Bandung (GRB)
FG% garuda adalah yang paling meningkat dari preseason turnamen. meningkat sebesar 6%. Ini disebabkan karena sekarang 3FG% GRB adalah paling tinggi di liga 35,3%. Shooter GRB Daniel Wenas dan Difta Pratama yang membuktikannya, dan wajar jika Diftha menjadi pencetak point per game tertinggi di liga hingga akhir seri I. Seperti halnya JBU, GRB juga tim dengan minim lawan bisa menembak dari 3 angka, hanya 16,8 3FGA yang bisa diciptakan oleh para lawan GRB. Hal positif lain dari GRB adalah GRB tim yang bisa membuat para lawannya melakukan turnover paling banyak. rata-rata para lawan GRB melakukan 22,8 turnover pergame.

Hangtuah Sumsel (HTS)
HTS berpredikat sebagaii tim dengan second chance point paling banyak di liga, dengan 12,2 point second chance per game. HTS sudah tidak berpredikat lagi sebagai tim dengan turover pergame paling banyak, sebuah peningkatan di sisi offense, termasuk didalamnya adalah performa yang solid dari para point guards HTS, Ricardo “The Flash” Uneputty dan Januar Kuntara.
Di sisi defense HTS menjadi tim dengan para lawan paling banyak melakukan tembakan 3FGA. Rata-rata sebanyak 26,3 kali per game para lawan HTS melakukan tembakan 3 angka.

NSH Jakarta (NSH)
Sempat mengalahkan JBU pada seri pertama menjadi modal bagi NSH untuk berusaha mengarungi seri 2 dengan performa yang lebih baik lagi. Salah satu penyebabnya adalah NSH merupakan tim dengan paling sedikit melakukan turnover, hanya 14,2 turnover per game. Sayangnya hal itu tidak dibarengi dengan FG% yang baik. NSH adalah tim dengan FG% terendah di liga, 27,8% FG% NSH selama seri 1. Pada sisi defense, NSH adalah tim dengan kemasukan FG% tertinggi di liga. Para lawan NSH mencetak 39,5% FG% pada seri 1. Big Three NSH Azzaryan Pradhitya, Raylly Pratama dan Juliano Gandhi memiliki tugas berat untuk membenahi pertahanan timnya ini.

Pacific Caesar Surabaya (PCF)
PCF mendapatkan FTA (free throw attempts) paling rendah pada seri 1, rata-rata mereka hanya melakukan 10,4 FTA per game. Hal ini dikarenakan turnover pacific paling tinggi di liga dengan 21 turnover per game. Kemampuan bigman Pacific menjadi kendala. PCF hanya melakukan 7,2 offensive rebounds (OR) dan 18 point in the paint per game, menjadikan PCF menjadi tim dengan offense rating paling rendah di liga, dengan 59,9. Pada sisi defense, PCF menjadi tim dengan OR tertinggi yang dilakukan lawan. Para lawan PCF rata-rata mendapatkan 18 OR pergame. Dan tim dengan FTA yang dilakukan lawan paling banyak. Para lawan PCF mendapatkan 21,8 FTA per game sehingga PCF menjadi tim dengan kemasukan paling banyak diliga dengan 66,8 point per game kemasukan. Floor%defense PCF paling tinggi dengan 42%, artinya para lawan PCF sanggup bermain dengan efisiensi offense sebesar 425.

Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta (PJE)
PJE mampu mencetak 45% FG%, dibawah CLS. FT% PJE paling tinggi dengan 73,9% FT%. Offense rating PJE paling tinggi dengan 103,4. lebih unggul dari pada Aspac. Jika diartikan maka setiap possession maka PJE dapat menghasilkan 1,03 point. Dan menyebakan PJE memiliki efisiensi offense paling tinggi dengan 47,9 %. PJE merupakan tim dengan paling sedikit second chance point, hanya 4,3 second chance point per game. PJE merupakan tim dengan defense terbaik. FGM lawan hanya 16,3 pergame. dan memaksa para lawannya hanya mencetak 26,9% pada FG%. PJE juga tim dengan kebobolan fast break paling sedikit, dengan 5,8 point kemasukan fast break pergame, dan juga kemasukan di paint paling sedikit, hanya 20,3 point in paint yang bisa dicetak oleh para lawan PJE. dan menjadikan PJE tim dengan kemasukan paling kecil 47,7 point per game.

Satria Muda Pertamina Jakarta (SMP)
SMP mendomisasi pada OR. SMP menjadi tim dengan OR paling tinggi di liga. Dan SMP menjadi tim paling banyak mendapatkan FTA. Kelemahan SMP di sisi TO yang tinggi masih belum bisa diperbaiki, total SMP melakukan 20,8 TO per game, ke-2 terbanyak di liga. Keberadaan para pemain muda SMP seperti Hardianus, Yo Sua, Audy Bagastyo dan Avan Seputra tampaknya masih membutuhkan waktu lagi untuk menghadirkan backcourt yang solid bagi tim mereka. Apabila SMP bisa memperoleh backcourt yang solid dengan turnover yang rendah dan assist yang tinggi maka SMP bakal menjadi tim yang menakutkan di seri berikutnya.

Satya Wacana Salatiga (SWS)
Dari statistik bisa dilihat bahwaSWS merupakan tim dengan kemasukan second chance point paling banyak. SWS kemasukan 11,7 second chance point per game. Dan juga SWS kurang agresif dalam defense, buktinya SWS hanya mampu memaksa para lawannya melakukan 14,2 TO pergame, terendah di liga. SWS cukup memiliki pemain-pemain yang solid, seperti Respati Pamungkas, Firman Dwi Nugroho dan Musthofa Ramadhan. Namun defense adalah sistem tim, tidak bisa mengandalkan para pemain unggulan tersebut saja. Para pemain SWS lainnya harus meningkatkan performa untuk menjaga asa tim ini mencapai babak playoffs.

Stadium Happy 8 Jakarta (STD)
STD yang berpredikat sebagai tim transisi yang di atas rata-rata pada preseason tidak berhasil ditunjukkan pada seri 1. Tidak tampilnya Valentino Wuwungan menjadi penyebab utama. Walau demikian STD mampu mencetak hanya 14,2 TO per game, paling sedikit di liga.Tidak tampilnya Valentino dan Ruslan yang cedera pada beberapa pertandingan mengakibatkan STD kemasukan FGM paling banyak. Dan akibat lain adalah STD kemasukan point in the paint paling banyak dengan kemasukan 32,7 point in the paint per game. Kehadiran Pringgo Regowo memang membuat offense STD lebih tajam. Hingga akhir seri 1 Pringgo memimpin timnya dalam perolehan points dan rebounds. Namun STD tidak boleh menggantungkan nasibnya pada Pringgo semata. Meningkatnya performa Wijaya Saputra dan Raymond Shariputra, diantaranya, dan kembalinya Valentino memberikan optimisme bagi STD untuk tampil lebih baik lagi di seri berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
 
Blogger Templates