Social Icons

Pages

Jumat, 26 Februari 2016

IKHTISAR LIMA BASKETBALL SEASON 4

LIMA Basketball Season 4 2016 telah sukses digelar dengan menyelenggarakan LIMA Basketball Nationals yang dihelat di GOR C-Tra Arena, Bandung, pada 13-21 Februari 2016. Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
Pada penyelenggaraan LIMA bola basket musim keempat ini, tim putra Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali mampu mempertahankan gelar usai kalahkan Universitas Esa Unggul (UEU) di laga final. Sementara itu, dari kategoti putri, UEU berhasil raih gelar juara perdananya setelah kalahkan Universitas Airlangga (UA). Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
Sebelumnya, 22 tim yang turut serta dalam ajang LIMA nasional musim ini telah mengikuti kompetisi di ajang konferensi dan mampu keluar sebagai juara-juaranya. Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
Pada penyelenggaraan koferensi musim ini, LIMA Basketball terhitung telah menghabiskan waktu kurang lima bulan yang diadakan di delapan kota dan melakoni pertandingan dengan total 293 laga. Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
LIMA Basketball Nationals
Bertempat di GOR C-Tra Arena, Bandung, para tim juara dari berbagai konferensi tersebut bertemu untuk memperebutkan gelar juara antarperguruan tinggi se-Indonesia ini. Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
LIMA Basketball nasional musim ini, diikuti 22 tim yang terdiri dari 12 tim putra dan 10 tim putri. Tim putra yang turun dalam ajang ini, di antaranya STIE Eka Prasetya (Sumatra Conference), Universitas Prima Indonesia (Sumatra Conference), Universitas Hasanuddin (BCA Sulawesi Conference), Universitas Airlangga (McDonald’s East Java Conference), Universitas Brawijaya (McDonald’s East Java Conference), Universitas Atmajaya Yogyakarta (Kaskus Central Java & Yogyakarta Conference), Universitas Dian Nuswantoro (Kaskus Central Java & Yogyakarta Conference), Universitas Pelita Harapan (Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference), Universitas Esa Unggul (Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference), Institut Teknologi Harapan Bangsa (Blibli.com West Java Conference), Universitas Katolik Parahyangan (Blibli.com West Java Conference) dan Universitas Padjadjaran (Blibli.com West Java Conference). Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
Sementara itu, persaingan dari tim putri diramaikan oleh tim-tim besar, yakni STMIK TIME (Sumatra Conference), Universitas Hasanuddin (Sulawesi Conference), Universitas Airlangga (McDonald’s East Java Conference), Universitas Surabaya (McDonald’s East Java Conference), Universitas Sebelas Maret (Kaskus Central Java & Yogyakarta Conference), Universitas Diponegoro (Kaskus Central Java & Yogyakarta Conference), Universitas Esa Unggul (Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference), Unviersitas Pelita Harapan (Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference), Universitas Katolik Parahyangan (Blibli.com West Java Conference) dan STIE Kesatuan (Blibli.com West Java Conference). Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
Untuk kategoti putra, sistem pertandingan di bagi menjadi empat pul, di mana setiap pul terdapat tiga tim. Dua tim teratas akan masuk ke delapan besar. Sementara itu, dari sektor putri, sepuluh tim dibagi menjadi dua pul dan dua tim tim teratas langsung masuk ke babak semifinal. Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 

UPH Putra Juara Lagi, UEU Putri Rebut Gelar
Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil mempertahankan gelar juara Lima Basketball Nationals dan Universitas Esa Unggul (UEU) mengambil alih tampuk juara dari Universitas Surabaya (Ubaya). Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
UPH Putra kembali berhasil memamerkan dominasinya di sektor putra Liga Mahasiswa. Mereka menjadi kampiun Lima Basketball Season 4 setelah di grandfinal, yang digelar di C-tra Arena, Bandung (21/02), menghentikan usaha keras UEU dengan skor 77-62. Tim asuhan Stephen Metcalfe ini sudah unggul sejak kuarter pertama dan terus melaju kencang sepanjang pertandingan hingga akhirnya sukses mempertahankan gelar. Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
Sementara itu, tim putri UEU berhasil menjadi jawara setelah menumbangkan tim kuat lain, Universitas Airlangga, Surabaya, 61-44. UEU menembus final setelah di semifinal menepikan tim putri UPH dengan skor 66-42. Di sisi lain, Unair menerebos final setelah mampu melewati hadangan tim kuat tuan rumah Bandung, Universitas Katolik Parahyangan, 68-42. Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 

Posisi Ketiga
Pertandingan memperebutkan juara ketiga di sektor putra terjadi antara Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan tim tuan rumah Bandung, Institut Teknologi Harapan Bangsa. Pada laga perebutan tempat ketiga tersebut, UAJY mampu keluar sebagai pemenang setelah menyudahi laga dengan skor 69-65. Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
Sementara itu, di sektor putri, tim kuat West Java Conference, Unpar, berhasil menguasai posisi ketiga setelah menumbangkan wakil Greater Jakarta Conference, UPH, dengan skor 63-54. Ikhtisar LIMA Basketball Season 4 
Berikut Daftar Juara LIMA Basketball Nationals
Putra :
  1. Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten.
  2. Universitas Esa Unggul (UEU), Jakarta.
  3. Universitas Atma Jaya Yogyakarta, (UAJY), Yogyakarta.
Putri :
  1. Universitas Esa Unggul (UEU), Jakarta.
  2. Universitas Airlangga (UA), Surabaya.
  3. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung.
Daftar Gelar Individual :
  1. Nuke Tri Saputra (UAJY), Top Score
  2. Siti Hardiyanti (Unhas), Top Score
  3. Calista Elvira (Unpar), Top Rebound
  4. Muhammad Reza (ITHB), Top Rebound
  5. Devina Euginia (UPH), Top Assist
  6. Jan Misael Panagan (ITHB), Top Assist
  7. Dora Lovita (UEU), Top Block
  8. Laurentitus Steven Oei (UPH), Top Block
  9. Dora Lovita (UEU), Top Steal
  10. Nuke Tri Saputra (UAJY), Top Steal
  11. Yashinta Meidita Prameswari (Undip), All Academic Player
  12. Syamsud Dhuha (Unhas), All Academic Player
  13. Best Management Putra, Universitas Kristen Perta, Surabaya
  14. Best Management Putri, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung
  15. Stephen Metcalfe (UPH), pelatih terbaik tim putra
  16. Parna Abrizalt Hasiholan, (UEU), pelatih terbaik tim putri
  17. Dora Lovita, (UEU), MVP
  18. Rivaldo Tandra Pangeshtio, (UPH), MVP

Senin, 22 Februari 2016

TIM WILAYAH BARAT BERI KADO KEMENANGAN BUAT KOBE BYANT

Tim Wilayah Barat berhasil memberikan kado spesial bagi Kobe Bryant yang tampil untuk terakhir kalinya di NBA All-Star. Barat menang telak 196-173 pada NBA All-Star 2016 di Air Canada Centre, Toronto, Senin (15/2/2016) pagi WIB.

Turun dengan komposisi starter, Bryant, Russell Westbrook, Kevin Durant, Kawhi Leonard dan Stephen Curry, Tim Barat tertinggal 40-43 di akhir kuarter pertama. Memasuki kuarter dua, Barat bangkit dan berbalik memimpin dengan selisih dua poin saja saat jeda.

Seperti biasanya di ajang All-Star, kedua tim sama-sama bermain santai di dua kuarter awal. Banyak suguhan dunk-dunk spektakuler dari kedua tim. Dua pilar tim Timur, LeBron James dan Paul George, terlibat perang dunk dengan Durant dan Westbrook di kuarter pertama dan kedua.

Barat makin tak terbendung di kuarter tiga dan empat. Banyaknya penembak tiga angka di skuat asuhan Gregg Popovich membuat tim Barat menang telak 196-173. Total Tim Barat melesakkan 31 tembakan tiga angka. Sedangkan Tim Timur 20 kali memasukkan lemparan tiga angka.

Dalam laga ini, Kobe tampil kurang menggigit. Turun selama 25 menit 49 detik, Kobe cuma mendulang 10 poin. Pemain yang akan pensiun akhir musim nanti itu tidak bermain terlalu ngotot.


Satu menit enam detik sebelum laga usai, Popovich menarik Kobe agar penonton di Air Canada Centre dapat memberikan standing ovation kepada Kobe. Suasana haru biru pecah saat Kobe ditarik keluar. Seluruh penonton berdiri memberikan tepuk tangan dan menerikan nama Kobe.

Pemain Wilayah Timur Paul George menjadi pencetak poin terbanyak di NBA All-Star 2016. George finis dengan 41 poin. Sedangkan di Wilayah Barat, distribusi poin hampir merata. Ada lima pemain yang mencetak angka di atas 20. Adapun di Timur cuma George dan John Wall yang menghasilkan poin di atas 20. LeBron James hanya menyumbang 13 poin saja

NBA All-Star 2016 telah di gelar  di Air Canada Centre,Toronto, Kanada. tepat pada hariValentine (14/2/2016).All-Star kali ini merupakan sejarah baru bagi NBA. Untuk pertama kali sepanjang sejarah,NBA All-Star akan digelar di luar Amerika Serikat, tepatnya di Kanada.

Momen spesial lain adalah penampilan terakhir bintang Los Angeles Lakers Kobe Bryant di ajang NBA All-Star. Kobe memang sudah memastikan diri akan pensiun akhir musim nanti.
Keputusan Kobe gantung sepatu akhir musim ini membuat para penggemar basket di seluruh dunia berbondong-bondong memberikan suara untuk pemilik nomor punggung 24 itu. Kobe finis sebagai peraih suara tertinggi di NBA All-Star 2016 meski penampilannya di musim ini tak sehebat dulu.


Selain soal Toronto dan Kobe, ada beberapa fakta menarik di NBA All-Star 2016. Berikut fakta-fakta menarik NBA All-Star 2016:

- Untuk kali pertama Golden State Warriors menggirimkan tiga pemainnya di All-Star sejak musim 1975/1976. Warriors akan diwakili oleh Stephen Curry, Draymon Green dan Klay Thompson.

- Total ada empat debutan di NBA All-Star 2016. Mereka adalah Green, Kawhi Leonard (San Antonio Spurs), Isaiah Thomas (Boston Celtics) dan Andre Drummond (Detroit Pistons).

- Chris Bosh (Miami Heat) akan terpilih untuk kali ke-11 tampil di All-Star. Bosh hanya kalah dari Kobe yang 18 kali terpilih, LeBron James (12 kali) dan Dwyane Wade (12).

- Toronto Raptors menggirim dua wakil yakni Kyle Lowry (starter) dan DeMar DeRozan (cadangan) di All-Star 2016. Lowry dan DeRozan mengikuti jejak dua legenda Lakers Jerry West dan Gail Goodrich pada tahun 1972 sebagai duet backcourt yang main di All-Star yang dihelat di kandang sendiri.

- Carmelo Anthony terpilih sebagai starter NBA All-Star 2016 dengan hanya unggul 360 suara dari Pau Gasol (Chicago Bulls).

- Leonard menyamai pencapaian Michael Jordan dan Hakeem Olajuwon sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah NBA yang berhasil terpilih masuk All-Star, merebut MVP Finals dan Kia NBA Defensive Player of the Year.

Kamis, 04 Februari 2016

SAMBUT LIMA BASKETBALL NATIONALS, TECHNICAL MEETING DAN DRAWING RAMPUNG DIGELAR

Usai menghelat enam konferensi berbeda, yakni LIMA Basketball Sumatra Conference, BCA Sulawesi Conference, McDonald’s East Java Conference, Kaskus Central Java and Yogyakarta Conference, Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference, dan Blibli.com West Java Conference, kini LIMA Basketball memasuki tahap Nasional. Menjadi rangkaian penyelenggaraan LIMA Basketball Nationals, technical meeting telah digelar di Meeting Room Hotel Amaris, Pancoran, Jakarta Selatan (3/2/2016). Technical meeting digelar guna membahas peraturan, drawing pembagian pool, dan hal-hal yang berkaitan dengan pertandingan.
Penyelenggaraan LIMA Nationals musim ini diikuti 22 tim yang terdiri dari 12 tim putra dan 10 putri yang akan bersaing merebutkan trofi LIMA Basketball Nationals Season 4. Tim putra yang turun dalam ajang ini di antaranya STIE Eka Prasetya (Sumatra Conference), Universitas Prima Indonesia (Sumatra Conference), Universitas Hasanuddin (Sulawesi Conference), Universitas Airlangga (East Java Conference), Universitas Brawijaya (East Java Conference), Universitas Atmajaya Yogyakarta (Central Java & Yogyakarta Conference), Universitas Dian Nuswantoro (Central Java & Yogyakarta Conference), Universitas Pelita Harapan (Greater Jakarta Conference), Universitas Esa Unggul (Greater Jakarta Conference), Institut Teknologi Harapan Bangsa (West Java Conference), Universitas Katolik Parahyangan (West Java Conference) dan Universitas Padjadjaran (West Java Conference).
Sementara itu, persaingan dari tim putri diramaikan oleh tim-tim besar, yakni STMIK TIME (Sumatra Conference), Universitas Hasanuddin (Sulawesi Conference), Universitas Airlangga (East Java Conference), Universitas Surabaya (East Java Conference), Universitas Sebelas Maret (Central Java & Yogyakarta Conference), Universitas Diponegoro (Central Java & Yogyakarta Conference), Universitas Esa Unggul (Greater Jakarta Conference), Unviersitas Pelita Harapan (Greater Jakarta Conference), Universitas Katolik Parahyangan (West Java Conference) dan STIE Kesatuan (West Java Conference).
technical meeting ini, membahas secara singkat mengenai peraturan pertandingan yang akan digunakan dalam ajang LIMA Nasional nanti dan juga membahas mengenai sistem pertandingan. untuk di technical meeting nasional ini, bahwa peraturan permainan yang digunakan dalam pertandingan LIMA Basketball Nasional ini mengacu pada peraturan resmi FIBA 2014 dan peraturan khusus yang dibuat oleh LIMA.
Usai membahas peraturan dan verifikasi para pemain yang akan berlaga di ajang nasional nanti, kegiatan ini kemudian berlanjut dengan agenda pembagian Pul bagi setiap tim atau drawing.
Hasil drawing dan sistem pertandingan.
Dari sektor putra, hasil drawing yang disaksikan oleh para perwakilan tim yang hadir dalam acara technical meeting ini menempatkan tim Universitas Pelita Harapan, Universitas Brawijaya dan Universitas Padjadjaran berada di Pul A, sedangkan Universitas Airlangga, Universitas Esa Unggul dan Universitas Hasanuddin di Pul B. Institut Teknologi Harapan Bangsa, Universitas Prima Indonesia dan Universitas Dian Nuswantoro akan bersaing di Pul C. Grup terakhir, Pul D, diisi oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Parahyangan dan STIE Eka Prasetya.

Sementara itu, pada laga LIMA Basketball Nationals ini sistem pertandingan regu putri dibuat menjadi dua Pul yakni Pul X dan Pul Y. Pul X dihuni oleh Universitas Parahyangan, Universitas Esa Unggul, Universitas Diponegoro, Universitas Surabaya dan Universitas Hasanuddin, sementara Pul Y dihuni oleh Universitas Airlangga, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Pelita Harapan, STIE Kesatuan dan STMIK TIME.

Penyelenggaraan LIMA Basketbal Nationals sendiri akan berlangsung di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat. Saksikan LIMA Basketball The National yang akan berlangsung pada 13-21 Februari 2016 di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat.

RAPOR TEAM IBL INDONESIA DI SERI 1 JAKARTA

Mengulas Seri 1 IBL 2016 merupakan langkah awal yang tepat apabila kita akan membahas performa apa yang bisa diharapkan dari tiim-tim IBL 2016 pada seri berikutnya. Pada seri perdana ini setiap tim mulai mengevaluasi kelemahan dan apa yang harus di benahi dari timnya. Dan juga setiap tim mulai mempelajari kelemahan dan kekuatan para lawannya.

Misalnya, bagaimana Garuda Bandung (GRB) memperbaiki FG%-nya secara signifikan dari performanya di Turnamen Preseason IBL dan menjadi tim defense kedua terbaik di liga pada akhir Seri 1. Padahal jika kita mengingat penampilan GRB pada preseason lalu, mungkin kita semua setuju bahwa tim GRB yang tampil pada preseason sanggup mengalahkan SMP dengan overtime apabila FG%-nya lebih baik. Dan perlu diingat, pada preseasson GRB sempat kemasukan 7 dari total 8 3pt dari SMP hanya dalam 1 kuarter.

Lebih seru lagi JNE Bandung Utama (JBU) yang pada preseason hanya mampu mencetak 14 point dalam satu pertandingan berhasil mengejutkan Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta (PJE) pada seri pembuka ini. Dan lagi - lagi JBU bikin kejutan, Stadium Happy 8 Jakarta (STD) yang pada preseason mengalahkan JBU untuk perebutan peringkat 5 - 6 dikalahkan lewat overtime pada seri 1 ini.

Jika menilik lebih jauh lagi secara statistik, 8 tim mengalami peningkatan pada FG%. Beberapa tim yang pada preseason menjadikannya sebagai ajang uji coba para pemain muda dan modal untuk mengarungi seri mulai menuai hasil pada seri 1. Berikut rangkuman singkat atas performa setiap tim dan perkiraan apa yang bakal terjadi pada seri ke-2 di Malang dalam lanjutan IBL 2015-2016 :

M88 Aspac Jakarta (ASP)
Performa Aspac tidak jauh berbeda pada turnamen pramusim, dengan mengandalkan outside shooter mampu menjadikan Aspac membukukan 79 point per game, tertinggi di liga. 100,2 offense rating dimiliki Aspac. Artinya dalam 1 possession Aspac menciptakan 1 point. Tidak heran jika pada pertandingan terakhir saat bertemu dengan CLS Knights Surabaya (CLS) Aspac mencetak 102 point. Aspac juga merupakan salah satu tim di IBL 2016 dengan turnover paling minim, yaitu 14,2 turnover per game.

JNE Bandung Utama (JBU)
JBU mengalami peningkatan performa yang cukup signifikan dari preseason. Mereka mengalahkan Peiita Jaya EMP yang pada preseason JBU hanya mampu mencetak 14 point. JBU juga berhasil mengalahkan STD melalui babak overtime.
Walaupun peringkat tim dengan offensive rebounds terbanyak sudah tidak ditangan JBU, namun JBU tetap memiliki hal positif, JBU adalah tim paling sedikit kemasukan melalui second chance point. Hanya 5 points per game JBU kemasukan dari second-chance point. Ini menunjukkan betapa seriusnya JBU dalam rebound.
Dari sisi defense, tim JBU adalah tim dengan 3FGA opponen terendah. Artinya, para lawan JBU mengalamai kesulitan untuk melakukan 3FGA. Meskipun begitu, performa defense yang cukup tidak dibarengi dengan performa offense mereka. 2PT% JBU terendah di liga 32%. Offense rating JBU 2 terendah dengan 66,5.

Bimasakti Nikko Steel Malang (BSM)
Penampilan BSM pada seri 1 bisa dikatakan paling buruk. BSM menjadi tim dengan offense dan defense rendah di liga. Rata-rata BSM hanya menciptakan 42,6 point pergame, terendah di liga. BSM tim paling sedikit melakukan tembakan 3 angka, hanya 14,4 kali pergame dan 3FG% nya juga paling rendah hanya 15,3%. FT mereka juga hanya 52,9%. Pada seri ke 2 ini diharapkan BSM bisa meningkatkan performnya karena bermain di kandang mereka, GOR Bimasakti Malang. Dari sisi defense BSM merupakan tim dengan kemasukan 2FG% paling banyak 49,4% dan BSM juga tim dengan kemasukan fastbreak paling banyak, sebanyak 17,8 point kemasukan BSM dari fastbreak. Defense rating BSM juga paling tinggi , 92,2. dengan permainan yang lambat (70 possession pergame) menjadikan BSM kemasukan 0,9 point per defense possession.

CLS Knights Surabaya (CLS)
CLS berpredikat tim dengan FG terbaik di liga sebesar 46%. Hal itu terutama dari 2FG% yang mencapai 54,8%. Kekuatan CLS yang selalu attack ke rim lawan menjadi kunci mengapa FG% CLS tinggi. 39,6 point CLS tercipta di paint area. Keberadaan Jamarr Johnson dan Ishman Thoyib di depan dengan memperoleh assist akurat dari Mario Wuysang kemungkinan besar akan mempertahankan performa CLS ini di seri berikutnya. Tapi CLS juga kemasukan 3FG% paling tiggi, yaitu para lawan CLS memiliki 3FG% rata-rata 31,4%.
Garuda Bandung (GRB)
FG% garuda adalah yang paling meningkat dari preseason turnamen. meningkat sebesar 6%. Ini disebabkan karena sekarang 3FG% GRB adalah paling tinggi di liga 35,3%. Shooter GRB Daniel Wenas dan Difta Pratama yang membuktikannya, dan wajar jika Diftha menjadi pencetak point per game tertinggi di liga hingga akhir seri I. Seperti halnya JBU, GRB juga tim dengan minim lawan bisa menembak dari 3 angka, hanya 16,8 3FGA yang bisa diciptakan oleh para lawan GRB. Hal positif lain dari GRB adalah GRB tim yang bisa membuat para lawannya melakukan turnover paling banyak. rata-rata para lawan GRB melakukan 22,8 turnover pergame.

Hangtuah Sumsel (HTS)
HTS berpredikat sebagaii tim dengan second chance point paling banyak di liga, dengan 12,2 point second chance per game. HTS sudah tidak berpredikat lagi sebagai tim dengan turover pergame paling banyak, sebuah peningkatan di sisi offense, termasuk didalamnya adalah performa yang solid dari para point guards HTS, Ricardo “The Flash” Uneputty dan Januar Kuntara.
Di sisi defense HTS menjadi tim dengan para lawan paling banyak melakukan tembakan 3FGA. Rata-rata sebanyak 26,3 kali per game para lawan HTS melakukan tembakan 3 angka.

NSH Jakarta (NSH)
Sempat mengalahkan JBU pada seri pertama menjadi modal bagi NSH untuk berusaha mengarungi seri 2 dengan performa yang lebih baik lagi. Salah satu penyebabnya adalah NSH merupakan tim dengan paling sedikit melakukan turnover, hanya 14,2 turnover per game. Sayangnya hal itu tidak dibarengi dengan FG% yang baik. NSH adalah tim dengan FG% terendah di liga, 27,8% FG% NSH selama seri 1. Pada sisi defense, NSH adalah tim dengan kemasukan FG% tertinggi di liga. Para lawan NSH mencetak 39,5% FG% pada seri 1. Big Three NSH Azzaryan Pradhitya, Raylly Pratama dan Juliano Gandhi memiliki tugas berat untuk membenahi pertahanan timnya ini.

Pacific Caesar Surabaya (PCF)
PCF mendapatkan FTA (free throw attempts) paling rendah pada seri 1, rata-rata mereka hanya melakukan 10,4 FTA per game. Hal ini dikarenakan turnover pacific paling tinggi di liga dengan 21 turnover per game. Kemampuan bigman Pacific menjadi kendala. PCF hanya melakukan 7,2 offensive rebounds (OR) dan 18 point in the paint per game, menjadikan PCF menjadi tim dengan offense rating paling rendah di liga, dengan 59,9. Pada sisi defense, PCF menjadi tim dengan OR tertinggi yang dilakukan lawan. Para lawan PCF rata-rata mendapatkan 18 OR pergame. Dan tim dengan FTA yang dilakukan lawan paling banyak. Para lawan PCF mendapatkan 21,8 FTA per game sehingga PCF menjadi tim dengan kemasukan paling banyak diliga dengan 66,8 point per game kemasukan. Floor%defense PCF paling tinggi dengan 42%, artinya para lawan PCF sanggup bermain dengan efisiensi offense sebesar 425.

Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta (PJE)
PJE mampu mencetak 45% FG%, dibawah CLS. FT% PJE paling tinggi dengan 73,9% FT%. Offense rating PJE paling tinggi dengan 103,4. lebih unggul dari pada Aspac. Jika diartikan maka setiap possession maka PJE dapat menghasilkan 1,03 point. Dan menyebakan PJE memiliki efisiensi offense paling tinggi dengan 47,9 %. PJE merupakan tim dengan paling sedikit second chance point, hanya 4,3 second chance point per game. PJE merupakan tim dengan defense terbaik. FGM lawan hanya 16,3 pergame. dan memaksa para lawannya hanya mencetak 26,9% pada FG%. PJE juga tim dengan kebobolan fast break paling sedikit, dengan 5,8 point kemasukan fast break pergame, dan juga kemasukan di paint paling sedikit, hanya 20,3 point in paint yang bisa dicetak oleh para lawan PJE. dan menjadikan PJE tim dengan kemasukan paling kecil 47,7 point per game.

Satria Muda Pertamina Jakarta (SMP)
SMP mendomisasi pada OR. SMP menjadi tim dengan OR paling tinggi di liga. Dan SMP menjadi tim paling banyak mendapatkan FTA. Kelemahan SMP di sisi TO yang tinggi masih belum bisa diperbaiki, total SMP melakukan 20,8 TO per game, ke-2 terbanyak di liga. Keberadaan para pemain muda SMP seperti Hardianus, Yo Sua, Audy Bagastyo dan Avan Seputra tampaknya masih membutuhkan waktu lagi untuk menghadirkan backcourt yang solid bagi tim mereka. Apabila SMP bisa memperoleh backcourt yang solid dengan turnover yang rendah dan assist yang tinggi maka SMP bakal menjadi tim yang menakutkan di seri berikutnya.

Satya Wacana Salatiga (SWS)
Dari statistik bisa dilihat bahwaSWS merupakan tim dengan kemasukan second chance point paling banyak. SWS kemasukan 11,7 second chance point per game. Dan juga SWS kurang agresif dalam defense, buktinya SWS hanya mampu memaksa para lawannya melakukan 14,2 TO pergame, terendah di liga. SWS cukup memiliki pemain-pemain yang solid, seperti Respati Pamungkas, Firman Dwi Nugroho dan Musthofa Ramadhan. Namun defense adalah sistem tim, tidak bisa mengandalkan para pemain unggulan tersebut saja. Para pemain SWS lainnya harus meningkatkan performa untuk menjaga asa tim ini mencapai babak playoffs.

Stadium Happy 8 Jakarta (STD)
STD yang berpredikat sebagai tim transisi yang di atas rata-rata pada preseason tidak berhasil ditunjukkan pada seri 1. Tidak tampilnya Valentino Wuwungan menjadi penyebab utama. Walau demikian STD mampu mencetak hanya 14,2 TO per game, paling sedikit di liga.Tidak tampilnya Valentino dan Ruslan yang cedera pada beberapa pertandingan mengakibatkan STD kemasukan FGM paling banyak. Dan akibat lain adalah STD kemasukan point in the paint paling banyak dengan kemasukan 32,7 point in the paint per game. Kehadiran Pringgo Regowo memang membuat offense STD lebih tajam. Hingga akhir seri 1 Pringgo memimpin timnya dalam perolehan points dan rebounds. Namun STD tidak boleh menggantungkan nasibnya pada Pringgo semata. Meningkatnya performa Wijaya Saputra dan Raymond Shariputra, diantaranya, dan kembalinya Valentino memberikan optimisme bagi STD untuk tampil lebih baik lagi di seri berikutnya.

Senin, 25 Januari 2016

FROM ZERO TO HERO, BUTLER BINTANG BARU CHICAGO BULLS


Di balik hingar bingar potensi besar Butler, tidak banyak yang tahu bahwa untuk menjadi pemain sebesar sekarang ia harus menghadapi jalan terjal terlebih dahulu. Kisah masa lalunya pilu, bahkan lebih menyedihkan dari yang bisa orang-orang bayangkan.
Ayahnya sudah pergi meninggalkan Butler sejak dirinya masih bayi. Belum selesai sampai di situ, pada usianya yang ke-13, Butler diusir dari rumah oleh Ibu kandungnya sendiri tanpa alasan yang jelas. Sang Ibu mengusir dengan kalimat kasar, "Saya tidak suka dengan rupa wajahmu. Kamu harus pergi dari sini!"
Alhasil, sejak saat itu Butler hidup nomaden alias berpindah-pindah. Ia menumpang tinggal di rumah teman-temannya secara berganti-gantian. Masa depannya tampak tanpa kepastian, hingga akhirnya ada sebuah keluarga berhati mulia yang mau menampung Butler. Adalah Michelle Lambert dan keluarga yang mengambil Butler sebagai anak angkat. Padahal saat itu Michelle sudah memiliki 7 orang anak.
"Mereka menerima saya masuk ke dalam keluarga mereka, dan ini jelas bukan karena olahraga basket yang saya tekuni. Ia (Michelle) hanyalah seorang wanita yang mau menyayangi saya apa adanya. Saya masih tidak mempercayainya," ujar Butler. Kemudian pahitnya hidup masih terus dirasakan oleh Butler. Saat hendak bergabung dengan tim basket SMA, para pelatih basket dan kepala sekolah menolak Butler, karena dianggap tubuhnya terlalu kecil, pendek dan tidak mampu berlari dengan cepat.
Namun, Butler tidak menyerah. Michelle selalu ada untuk terus mendorong Butler meraih mimpinya untuk menjadi pemain NBA. Michelle jugalah yang kemudian meminta Butler untuk mau kuliah di Marquette. Michelle berharap anaknya tersebut bisa serius menyelesaikan studi hingga sarjana, sebab Marquette memiliki reputasi mumpuni sebagai salah satu akademi terbaik, bukannya tim basket terbaik. Namun dari tim basket Universitas Marquette yakni Golden Eagles, Butler masuk ke dalam NBA Draft. Ujungnya, bisa kita lihat sekarang. Pada tahun 2011, ia bergabung dengan Chicago Bulls.
Butler percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin. "Sepanjang hidup saya, banyak orang yang meragukan saya. Termasuk Ibu kandung saya sendiri. Lalu, saat SMA orang-orang mengatakan bahwa tubuh saya terlalu pendek dan lari saya lambat untuk bisa bermain basket," ujar Butler sesaat sebelum terpilih masuk ke dalam NBA Draft. "Namun, siapa yang menyangka saya yang merupakan seorang anak dari desa kecil bisa menjadi pebasket andal di kompetisi basket college dan sekarang berkesempatan terpilih masuk ke dalam NBA Draft? Itulah yang memotivasi saya. Saya tahu saya selalu bisa mengatasi semua masalah."
Butler tidak mau kisah menyedihkan yang dialaminya dipublikasikan ke khalayak. Alasannya tegas: Ia tidak ingin orang-orang merasa kasihan kepadanya. "Saya benci itu. Saya tidak ingin orang merasa kasihan kepada saya, sebab itu memang tidak perlu. Saya tidak menyesali atas apa yang telah terjadi dalam hidup saya. Ini telah membentuk diri saya menjadi kuat "

Senin, 18 Januari 2016

SELAMAT DATANG INDONESIA BASKETBALL LEAGUE, LIGA BARU DENGAN INOVASI BARU


LIGA basket profesional Indonesia kembali bergulir. Tanggal 19 November lalu, bertempat di Emperica Bar & Lounge Jakarta, Indonesian Basketball League (IBL) resmi diluncurkan.

Dihadiri oleh 12 tim peserta (masih sama dengan peserta NBL Indonesia), acara peluncuran juga menghadirkan komisioner liga, Hasan Gozali.

Melalui edaran persnya, Hasan mengatakan telah memiliki rencana jangka panjang dalam menangani IBL. Rencana tersebut mencakup pengembangan IBL selama lima musim ke depan ketika ditangani oleh penyelenggara baru Starting5 yang menggantikan PT. DBL Indonesia.

Sistem Draft dan Salary Cap

Bekerja sama dengan Liga Mahasiswa (Lima), Hasan menjelaskan bahwa IBL ke depan akan menerapkan sistem draft alias perekrutan pemain baru melalui saluran liga kampus.

Layaknya sistem draft, pemain-pemain terbaik dari Lima akan masuk ke IBL. Tim-tim yang memiliki peringkat terbawah akan memiliki kesempatan pertama untuk memilih pemain terlebih dulu.
kompetisi IBL dan WIBL ke depannya akan ada beberapa program future development, seperti rookie draft yang bekerja sama dengan LIMA (liga mahasiswa), salary cap, dan penggunaan pemain asing, supaya liga IBL semakin kompetitif. hal itu diharapkan mendapat dukungan penuh serta komitmen dari PP Perbasi, pemilik klub dan parastakeholder lainnya, termasuk kemitraan para sponsor dan rekan-rekan media untuk kemajuan Basket Indonesia.

Preseason Tournament

Mengawali musim kompetisi reguler yang baru akan digelar pada tahun 2016, IBL terlebih dulu akan mengadakan turnamen pembuka alias preseason. Turnamen pramusim ini digelar di GOR C-Tra Arena Bandung pada tanggal 24-29 November.

Siaran Televisi

Menjawab tanda tanya terbesar pecinta basket Indonesia, Hasan Gozali menjelaskan bahwa beberapa laga IBL akan disiarkan langsung oleh televisi. Televisi yang akan menjadi mitra dan menyiarkan laga-laga IBL nantinya adalah Rajawali Tv.

Pemain-pemain Naturalisasi

Walau tidak menjelaskan melalui edaran persnya, IBL juga akan diramaikan oleh nama-nama pemain asing. Mekanisme pemain asing masuk tidak melalui aturan liga yang membolehkan mereka. Tetapi melalui lubang naturalisasi*.

Sebelum IBL digelar, kita baru mengenal nama Ebrahim Enguio Lopez (Aspac Jakarta) sebagai satu-satunya pemain naturalisasi. Dalam roster yang dikeluarkan IBL, setidaknya muncul empat nama asing yang besar kemungkinan adalah pemain-pemain naturalisasi baru. Mereka adalah Brandon Jawato dan Anthony Wayne Cates Jr. di Pelita Jaya Jakarta, Jamarr Andre Johnson di CLS Knights Surabaya, dan Anthony Ray Hargrove Jr. di Aspac Jakarta.
 
 
Blogger Templates